Tuesday, November 15, 2011

for my friends

Semua orang pasti punya temen yang bisa diajak kemana-mana, bermain bersama, berbagi bermacam-macam cerita, mulai dari yang sedih sampai yang bahagia, tempat kedua untuk bersandar setelah keluarga, tempat untuk mencurahkan segala emosi yang kita miliki. 


Namun dalam sebuah persahabatan bukan tidak mungkin terjadi perselisihan pendapat, kata-kata yang kurang berkenan dihati, gurauan yang menyakitkan, sampai dengan perkelahian, saling ancam dan saling melukai satu sama lain. Mungkin diantara pembaca pernah mengalaminya, sebuah konflik yang wajar dalam sebuah hubungan antar sesama, seperti perumpamaan "Lidah dan gigi yang bersama sepanjang hayatpun masih bisa saling melukai, apalagi sahabat yang tidak mesti selalu bersama sepanjang waktu", mungkin kata-kata ini bisa dijadikan sebuah instropeksi diri untuk malu akan apa yang terjadi diantara sesama manusia terutama sahabat, karena sebelum perselisihan pasti ada masa yang indah.



Apakah sahabat? dan siapakah sahabat anda sebenarnya? apakah dia yang selalu bisa anda andalkan setiap hari? apakah dia yang selalu menurut pada anda? apakah dia yang rela mati untuk anda? Jika ya, pernahkah anda bertanya pada diri anda sendiri "apakah yang telah aku perbuat untuk sahabatku?", mungkin diantara anda hanya 20% saja yang bisa mengatakan "pernah" lalu yang 80%? tanyakan pada diri anda.

Sahabat, sebenarnya tidak ada penjelasan terperinci tentang arti kata sahabat, karena terlalu sulit untuk diungkapakan dengan kata-kata, sahabat.... semuanya terserah pada anda dalam mengartikan sahabat.

semua ini untuk sahabat-sahabatku.

Saturday, October 29, 2011

Agama Sumber Moral

"Keberadaan suatu bangsa ditentukan oleh akhlak. Jika akhlak mereka telah lenyap, akan lenyap pulalah bangsa itu." (Ahmad Syauqi Bek, penyair Mesir (w. 1868))

"Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya." (H.R Tirmidzi)

"Kemajuan ilmu dan teknologi mendorong manusia kepada kebiadaban" (Prof. Dr. Alexis Carrel, sarjana Amerika penerima hadiah Nobel, 1948 (Idris, 1979))

"Sekurang-kurangnya kita boleh percaya bahwa agama yang benar ataupun salah, dengan ajarannya percaya kepada Tuhan dan kehidupan akhirat yang akan datang, secara keseluruhannya kalau tidak satu-satunya, merupakan dasar yang paling kuat bagi moral" (W.M Dixon dalam The Human Situation)

Thursday, October 27, 2011

Kehidupan Kuliah

Huhh............
ngomong-ngomong masalah kuliah... kok rasanya jadi gimana gitu ya??? apalagi yang gak pernah TA jadi doyan banget TA, semua karena "terpaksa", kelalaian karena tidak mengindahkan syarat nggak masuk kuliah...

TA alias Titip Absen, asyik kalo dosennya lagi asyik, hahahaha..... yang belum pernah nyoba, cobain aja! barang sekali dua kali... yang pentingkan dah pernah, buat kenang-kenangan masa "perjuangan" tapi jangan keterusan lho.... buat  hehehe....

Kenapa masa kuliah disebut masa "perjuangan"? karena kita sudah mulai dituntut buat mandiri, punya tanggungjawab penuh atas diri kita, makanya jangan sampai yang namanya "TA" tadi di budayakan... oke??? kasian orang tua kita yang ngebela-belain nyari duit dari pagi sampe malem cuma buat biaya kuliah kita, eh.... yang dibiayain malah TA mulu (sori ye buat yang sering TA, ini cuma buat bantu menyadarkan diri aja), nggak kasihan tuh?!

Be Te We, sori aja kalo nggak nyambung ma titlenya, biasa..... seperti yang kemarin aku bilang..aku lagi nggak ada ide buat nulis, tapi aku juga males di kost... hahahaha....

What I Want To Say

sebenarnya aku nggak bermaksud buat membohongi kalian semua, tapi yah... mau gimana lagi, namanya juga "kepepet". besok semuanya akan kembali normal. maaf ya buat kalian yang udah terlanjur salah paham.... hehehehe....

kadang kita itu emang perlu ya sekali-kali refreshing... yah buat nenangin pikiran yang selalu dipenuhi dengan tugas-tugas dari para pak dosen yang kebetulan lagi mood banget ma kita jadi ngasih tugasnya nggak kira-kira.
ENJOY ajalah... yang penting hepi karena ma teman-teman juga kan ngerjainnya, "satu otak" lah bahasa gaulnya (kalian ngerti kan dengan maksudku satu otak haha..... Kok aku ngomongnya jadi nggak nyambung ya??)

Yang penting intinya tuh satu. semua hal yang baik ataupun buruk kalo kita ngejalaninya bareng-bareng pasti deh SERU! apalagi kalo ma teman-teman baru, macam sekarang ini.
hmm... ngomong-ngomong masalah temen baru kok jadi ingat teman lama ya.... KANGEN nih! teman baikku waktu di SMA, pada minggat ke JAWA BARAT semua, cuma aku aja yang masih bertahan di JAWA TIMUR. tapi kalo nggak gitu aku juga gak bakal ketemu ma teman-teman, senior-senior yang menginspirasiku banget. hehehe... (semua kan ada hikmahnya, ost. sinetron edisi Ramadhan, aku lupa judulnya, ohoho...)

Buat teman-temanku yang berhijrah ke negeri barat, hati-hati ya, jaga kondisi kalian dan satu lagi, jangan LUPAKAN aku...! (Weizt.....melankolis banget, padahal ntar tahun baru juga kumpul lagi... hehehhehe....)


Semuanya aja, teruslah ber-SEMANGAT menjalani kehidupan baru sebagai MAHASISWA! Raih cita-cita kalian dan sampai bertemu lagi dengan pangkat yang telah kalian sandang.


Karena makin lama yanng dibicarakan makin nggak nyambung, maka saya akhiri sekian dulu ya... maaf kalo ada kurang lebihnya (kembaliin kelebihannya!) hehehehe... cayo...cayo... semangat!

Wednesday, October 26, 2011

stairway to heaven (천국의 계단)

Pemain Stairway to heaven :


Kwon Sang-woo sebagai Cha Song-ju
(masa remaja diperankan oleh Bae Seong-hyeon)
Kaya, tampan, dan setia pada cinta pertamanya, tidak banyak pria yang memiliki karakter sepertinya. Pemuda ini juga tidak segan bekerja keras supaya cita-citanya tercapai, dan tidak pernah berhenti meyakini kalau Jung-suh yang dicintainya masih hidup. Meski kadang acuh dan kasar, namun cintanya sangat dalam, saking dalamnya sampai-sampai ia tidak perduli dengan semua halangan yang merintangi hubungan mereka.

Choi Ji-woo sebagai Han Jung-suh/Kim Ji-su
(masa remaja diperankan oleh Park Shin-hye)
Nasib baik seolah enggan menghampirinya sejak berkenalan dengan keluarga Han (terutama Mira dan Yuri), bahkan harapannya sekolah di luar negeri bersama Song-ju dimentahkan oleh sang ibu tiri. Tumbuh sebagai gadis yang tidak percaya diri, hilang ingatan membuat sifatnya jadi lebih tegar dan berani melawan siksaan Mira. Ia juga memenuhi janji cinta sucinya pada Song-ju, yang hanya dipisahkan oleh kematian.

Shin Hyeon-joon sebagai Han Tae-hwa/Han Chul-su
(masa remaja diperankan oleh Lee Wan)
Merasa dirinya tidak berharga sampai bertemu dengan Jung-suh, pemuda ini hidup dibawah tekanan sang ibu yang tidak menghargai bakat seninya. Memutuskan kabur dan tinggal bersama sang ayah, ia ketakutan saat Jung-suh yang hilang ingatan terus dibawa nasib untuk bertemu dengan Song-ju. Sadar bahwa keduanya saling mencintai dan tidak dapat dipisahkan, akhirnya ia mengorbankan diri untuk


KIM TAE HEE sebagai Han Yuri
(masa remaja diperankan oleh Park Ji-mi)
Dibesarkan ditengah keluarga yang berantakan ditambah pengaruh kuat sang ibu, gadis ini menjelma menjadi pribadi yang mementingkan diri sendiri dan licik. Ia bahkan tidak segan-segan mencelakakan kakak tirinya sendiri saat tahu impiannya mendapatkan Song-ju bakal kandas. Kembali menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan Jung-suh yang hilang ingatan, Yuri akhirnya harus membayar mahal atas semua perbuatan jahatnya.


Lee Hui-hyang sebagai Tae Mira
Ketakutannya terhadap kemiskinan membuat wanita setengah baya ini berubah menjadi pribadi yang rakus, tamak, dan tidak segan-segan menggunakan segala cara supaya tujuannya tercapai. Ia juga yang mengajari sang anak cara-cara licik untuk memperdaya Song-ju dan Jung-suh, namun pada akhirnya semua berbalik. Selain tujuannya tidak tercapai, ia juga harus kehilangan kedua anaknya dengan cara yang tragis.

CREDIT FROM DRAMASIA.COM

HAKIKAT KARYA ILMIAH


 PENGERTIAN KARYA ILMIAH
            Karya Ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur (tidak ada rekayasa data dan harus di tulis sesuai dengan kondisi sebenarnya dilapangan), dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan bukti-bukti empirik (kajian pustaka).

SYARAT KARYA ILMIAH
v  Penulisannya berdasarkan hasil penelitian
v  Pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta
v  Karangan mengandung masalah yang sedang dicari pemecahannya
v  Baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu
v  Bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur dan cermat
v  Bahasa yang digunakan hendakalah benar, ringkas, jelas dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir.
v  Prosedural artinya,menggunakan penalaran secara induktif (penalaran yang didasarkan pada observasi di lapangan) dan deduktif (penalaran yang didasarkan pada buku atau kajian pustaka)
v  Objektif artinya, menggunakan studi empiris (penggabungan antara studi pustaka dan observasi di lapangan)
v  Rasional artinya, menggunakan pengalaman dan pemikiran secara logis


CIRI-CIRI KARYA ILMIAH
1.      Struktur Sajiannya
Struktur kajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup.
a.       Bagian awal : merupakan pengantar ke bagian inti.
b.      Bagian ini    : merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik.
c.       Bagian penutup : merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2.      Komponen dan Subtansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup dan daftar pustaka.
3.      Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4.      Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.







JENIS-JENIS KARYA ILMIAH

1.      Skripsi
Adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.pendapat tersebut di dukung data dan fakta empiris-objektif (sesuai dengan referensi), baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan, penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga  mengarah pada sumbangan material berupa penemuan baru.

2.      Tesis
Adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam dan dilakukan mandiri sekalipun ada dosen pembimbing itu menjadi hal yang sangat mendasar.

3.      Disertasi
Ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis menemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta yang valid dengan analisis terperinci. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang di kaji dengan taraf yang tinggi.

Monday, October 24, 2011

have no title for this words (english version)

I, making the past as a teacher for my future and my future, I make the guidelines for ALSO CURRENT. every second, every move we make determines our future. insights we will grow as far as we stepped foot steps, and the extent to which our eyes see. so do not ever hesitate to take action for the future. (Not the future good or a bad future, but the future that we want, because all it is up to you all, will you do with yourself? Only you who knows).